Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Pemerintah telah menyatakan kebijakan untuk memulai sekolah tatap muka mampu dilaksanakan sefleksibel mungkin, termasuk pelaksanaannya hingga pemilihan kurikulum yang hendak digunakan untuk masing-masing sekolah.

Opsi untuk memulai kembali sekolah tatap muka diberikan kepada daerah yang telah dinyatakan jadi zona hijau dan zona kuning, namun tidak diwajibkan. Sedangkan kawasan oranye dan merah masih kudu melakukan Belajar dari Rumah (BDR).

Hal ini disampaikan sebagai kesepakatan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Dalam Daerah Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh besar daerah.


Nadiem membuktikan kesehatan dan keselamatan peserta asuh beserta dengan keluarga, dan masyarakat secara umum masih menjadi prioritas utama yang harus dipertimbangkan semasa masa pandemi.

Pertimbangan lainnya adalah muncul kembang peserta didik dan suasana psikososial

“Kemendikbud juga melakukan inisiatif membantu mengatasi uzur yang dihadapi guru, orang primitif, dan anak selama pembelajaran senggang jauh, ” kata dia, dikutip CNBC  Indonesia, Minggu (6/9/2020).

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk bertemu kendala pembelajaran di masa pandemi Covid-19, seperti Revisi Surat Kesimpulan Bersama (SKB) Empat Menteri yang telah diterbitkan tanggal 7 Agustus 2020, untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran di era pandemi saat ini.

Selain itu, madrasah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di masa pandemi, sama dengan ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pelajaran dan Kebudayaan terkait kurikulum di dalam masa darurat.

Tingkatan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan daerah kuning dalam revisi SKB Empat Menteri dilakukan secara bersamaan di dalam jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan pertimbangan risiko kesehatan yang sama untuk kelompok umur pada dua jenjang tersebut.

Sementara untuk PAUD  (pendidikan budak usia dini) dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Selain itu, dengan pertimbangan bahwa penelaahan praktik adalah keahlian inti SMK, pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan aturan kesehatan yang ketat. Evaluasi bakal selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan tubuh dan keselamatan, ” jelas bekas bos Gojek ini.

Dia menyatakan bahwa evaluasi akan terus dilakukan negeri, saat ada indikasi kondisi tidak aman akibat adanya kenaikan urusan Covid-19 dan naiknya tingkat risiko daerah ke oranye atau merah maka kebijakan belajar tatap muka kembali ditutup.

Gajah Tito menyebutkan daerah yang telah membuka kembali pemerintah daerah menyiapkan dana untuk membantu sekolah memenuhi protokol kesehatan yang terdapat di daftar periksa kesiapan pembelajaran serta mengawal implementasinya.

Selain itu, akselerasi testing populasi di daerah untuk memenuhi standar minimal total tes (1 orang per satu, 000 penduduk setiap minggu buat semua daerah) sehingga peta risiko zonasi lebih akurat.

“Saya meminta pemda untuk tahu sekolah memastikan pengisian nomor handphone siswa di dapodik [data pokok pendidikan] untuk menerima bantuan penyediaan catu, ” imbuhnya.

Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan sokongan dan bantuan, sementara pemerintah wilayah bertanggung jawab untuk memenuhi hajat sekolah.

Pemerintah daerah pun dapat membantu membiayai pelepasan kebutuhan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka seperti sarana sanitasi dan kebersihan, pengukur suhu awak tembak, dan masker.

“Pemda diimbau untuk memastikan & mengawasi implementasi SKB di sekolah, ” ujar eks Kapolri itu.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)