Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Uni Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) angkat bicara soal melanggar seleksi penyelenggaraan seleksi muktipleksi di 22 provinsi dengan pemenangnya baru saja diumumkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

ATVSI mengungkapkan mendukung proses migrasi digital dalam pelaksanaan BERADU sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dalam UU Membuat Kerja. Namun pelaksanaan digitalisasi dan ASO harus memiliki jaminan keberlangsungan usaha lantaran penyelenggara penyiaran swasta (LPS) eksisting.

Biar begitu, ATVSI menyayangkan pelaksanaan seleksi penyelenggaraan multipleksing dalam 22 provinsi yang membelakangi amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 tahun 2021, khususnya pasal 78 ayat 10 dan 11. Keyakinan itu mensyaratkan pemenang opsi harusnya LPS yang sudah menjadi penyelenggara Mux dan telah melakukan investasi infrastruktur penyelenggaraan.


“Ketentuan ini merupakan pengejawantahan dari UU Cipta Kegiatan yang memberikan jaminan biar investasi infrastruktur dan SDM tidak mubazir, sehingga pda saat terjadi ASO, yang menjadi penyelenggara multipleksing adalah pihak yang benar-benar qualified dari sisi pengalaman & mengoperasikan Mux maupun membangun infrastruktur digital, ” tulis ATVSI, seperti dikutip sebab keterangan resmi, Jumat (30/4/2021).

Dalam proses pembukaan dokumen seleksi multipleksing ATVSI menemukan fakta lupa satu peserta seleksi tak memenuhi ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Kempen Kominfo nomor 88 tahun 2021 & dokumen seleksi tentang Opsi Lembaga Penyiaran Swasta jadi penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial Tahun 2021 tertanggal 9 Maret 2021. Oleh karenanya harus dinyatakan gugur namun nyatanya maka pemenang seleksi.

“Berdasarkan bukti 6. 84 Lampiran II Kepmen 88/2021, tik seleksi menyusun berita acara hasil seleksi bersandarkan hasil evaluasi teknis yang memuat daftar uturan peringkat hasil seleksi untuk di setiap wilayah layanan di di setiap provinsi dan diurutkan daripada hasil seleksi tertinggi ke nilai seleksi terendah, ” terang ATVSI

“Dalam pengumuman pemenang opsi 26 April 2021, tim seleksi telah mengumumkan buatan peringkat seleksi sesuai butir 6. 9 Lampiran II Kepmen 88/2021 dan skoring masing-masing peserta seleksi tersebut. ”

ATVSI menambahkan disamping itu pendistribusian frekuensi dan jumlah mux yang ditenderkan dan dikometisikan dalam proses seleksi Kepmen 88/2021 dan dokumen opsi tidak sejalan dengan Peraturan Menteri Kominfo No. enam tahun 2019 tentang jadwal Induk Frekuensi Radio buat keperluan penyelenggaraan televisi pancaran digital terestrial pada pita frekuensi radio UHF pada mana berdasarkan PM 6/2019 rata-rata di setiap daerah akan dialokasikan 6 Mux.

Berdasarkan itu, ATVSI telah menyampaikan tulisan No. 17/ATVSI/K-S/III. 2021 agenda 25 Maret 2021 agar jumlah Mux yang ditenderkan dan diperebutkan dalam Kepmen 88/2021 disesuikan jumlah peruntukan frekuensi yang ditetapkan pada PM 6/2019.

“Dengan telah diumumkan pemimpin Mux di 22 provinsi pada 26 April 2021 Kominfo tidak memperhatikan investasi yang telah dilakukan oleh LPS eksisting anggota ATVSI seperti tanah, bangunan, tenaga kerja, tower dan sebagainya di suatu wilayah, jadi tidak ada jaminan kesinambungan dan kontinuitas pekerjaan di dalam karyawan LPS yang ada di daerah, ” benar ATVSI.

“ATVSI mengusulkan kembali kepada Kominfo untuk mengalokasi jumlah Mux pada 22 provinsi dimaksud disesuaikan dengan PM No. 6/2019, sebagai solusi perlindungan investasi yang telah dikerjakan oleh LPS eksisting bagian ATVSI. ”

Informasi saja ATVSI adalah organisasi televisi swasta dengan menaungi 9 stasiun televisi swasta di Indonesia. Anggotanya adalah RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, ANTV, Trans TV, Trans 7, Global TV, dan tvOne.

Berikut pemenang pilihan muktipleksi di 22 provinsi yang diumumkan Kominfo:

  1. ANTV-> Sumatera Barat 1; Lampung 1; Bali.
  2. Trans TV-> Riau 1; Maluku Utara 1; Jambi satu; Kalimantan Barat 1; Kalimantan Tengah 1; Sulawesi Utara 1; Gorontalo 1; Papua 1.
  3. Indosiar-> Jambi 1; Sumatera Selatan 1; Bengkulu 1; Kalimantan Barat 1.
  4. RCTI-> Sulawesi Tengah 1; Gorontalo 1; Sulawesi Barat 1; Maluku 1; Papua 1; Bengkulu 1; Nusa Tenggara Timur 1; Sulawesi Selatan 1; Kepulauan Bangka Belitung.
  5. Metro TV-> Nusa Tenggara Barat 1; Nusa Tenggara Timur 1; Sulawesi Utara satu; Sulawesi Selatan; Sulawesi Tenggara 1; Sumatera Barat 1; Lampung 1; Kepulauan Bangka Belitung; Bali.
  6. SCTV-> Kalimantan Tengah 1; Papua Barat 4; Nusa Tenggara Barat 1; Sulawesi Tengah 1; Sulawesi Tenggara 1
  7. Trans7-> Sulawesi Selatan 1; Papua 1.
  8. TVOne-> Riau 1; Maluku satu.
  9. NTV-> Lampung 1; Bali.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/miq)