Jakarta, CNBC  Indonesia – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kebijaksanaan penyaluran Premium merupakan kewenangan Negeri. Pertamina berkomitmen terus mengedukasi konsumen untuk menggunakan BBM ramah dunia dan yang lebih berkualitas dalam meningkatkan performa kendaraan.

“Pertamina berkomitmen mendorong penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi, sebab selain baik bagi lingkungan serupa akan berdampak positif untuk instrumen kendaraan dan udara yang bertambah bersih, ” ujar Pjs VP Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Dunia (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan MR. Karliansyah, mengatakan PT Pertamina tidak akan lagi menjajakan bahan bakar minyak (BBM) macam Premium atau bensin dengan biji oktan (RON) 88 di daerah Jawa, Madura, dan Bali per 1 Januari 2021.


“Syukur alhamdulillah Senin lalu kami bertemu Direktur Operasi Pertamina. Dia menyampaikan per 1 Januari 2021, Premium di Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) khususnya akan dihilangkan. Kemudian menyusul kota-kota lainnya di Indonesia, ” tuturnya dalam pembahasan tersebut.

Menurutnya, hal itu sejalan secara upaya mengganti bahan bakar lebih ramah lingkungan. KLHK pada tujuh April 2017 telah menerbitkan Kembang gula KLHK no. 20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Mutakhir Kategori M, N dan O yang menjadi dasar diterapkannya BBM berstandar Euro 4.

Heppy menambahkan selain edukasi Pertamina juga memberikan stimulus berupa promo-promo BBM kepada konsumen, agar tergerak untuk mencoba BBM dengan status lebih baik dan merasakan dampaknya ke mesin kendaraan melalui Rencana Langit Biru.

Kalender Langit Biru, imbuh Heppy, dilakukan Pertamina atas dukungan pemerintah kawasan dan kementerian KLHK untuk menanggapi tuntutan dan agenda global di dalam rangka mengurangi kadar emisi udara buang kendaraan bermotor sejalan dengan Paris Agreement yang menetapkan reduksi emisi karbon dioksida efektif dengan mulai berlaku pada tahun 2020.

“Untuk tahun kelak, Program Langit Biru diharapkan mau dapat diterapkan lebih luas jadi kualitas udara di Indonesia bisa lebih baik “tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(dob)