Jakarta, CNBC Indonesia – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan memulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar kesepakatan pada 14 September mendatang.

Produsen jamu Tolak Angin ini memang berencana mengubah nilai nominal saham kongsi dari Rp 100 menjadi Rp 50/saham.   Dengan rasio 1: 2 ini artinya pada setiap satu saham dengan nilai teoretis Rp 100 akan menjadi perut saham dengan nilai nominal Rp 50.

Rencana itu sudah mendapat restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa  (RUPSB) di 27 Agustus silam.


Berdasarkan data keterbukaan informasi dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan akhir perdagangan saham dengan poin nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 11 September dan mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru pada pasar reguler dan negosiasi di 14 September 2020.

Adapun mulai perdagangan saham dengan nilai nominal pertama di pasar tunai dimulai di 16 September 2020.

Data perdagangan mencatat, saham SIDO pada perdagangan Selasa ini (8/9/2020), pukul 10. 44 WIB, terangkat tipis cenderung stagnan di level Rp 1. 405/saham dengan kadar transaksi hanya Rp 4, 70 miliar dan volume perdagangan 3, 35 juta saham.

Dalam sepekan perdagangan terakhir, bagian SIDO  hanya naik 0, 36%, dan sebulan terakhir naik tipis pula 0, 36%. Meski begitu dalam 3 bulan terakhir bagian SIDO  naik 14, 29% dengan kapitalisasi pasar Rp 21 triliun.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)