Jakarta, CNBC Indonesia –  Satu per satu pembangunan terowongan berbasis jalan bebas hambatan atau tol semakin berkembang di Indonesia. Zaman Tol Cisumdawu sebagai tol perdana yang memiliki terowongan, selebihnya akan dibangun di ruas  Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75, 82 Km. Sehingga butuh informasi-informasi geologi yang banyak.

Untuk itu Gajah Pekerjaan Umum dan Perumahan Kaum (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengapresiasi terbitnya buku ‘An Introduction Into the Geology of Indonesia’ karya Prof. Koesoemadinata. Buku itu ibarat ‘vitamin’ baru untuk menggenjot proyek-proyek infrastruktur. Ia menegaskan memilih membangun terowongan daripada memangkas bukit saat membikin tol.

“Saya yakin buku ini akan menjadi pegangan bagi kami dalam merencanakan pembangunan infrastruktur yang sekarang jadi lebih rumit karena jembatan-jembatan panjang akan kita bangun, terowongan misalnya daripada Bawen ke Jogja yang hendak dibangun tol saya perintahkan buat membuat terowongan bukan menggali tebing tapi terowongan Supaya kita pasti menjaga kelestarian lingkungan, ” kata Basuki di sela menghadiri jadwal peluncuran buku secara virtual, Senin (16/11/20).


Proyek Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75, 82 Km bakal melintasi tiga tunnel atau terowongan membelah tanah. Proyek tersebut ditargetkan mulai konstruksi pada Agustus 2021. Basuki mengisbatkan perlunya membangun terowongan di sebesar titik agar tidak merusak perihal alam di lokasi.

“Antara Ambarawa dan Temanggung tersebut ada potensi lokasi tunnel serta itu menjadi perintah saya, karena saya tidak ingin merusak (objek wisata) Banaran. Banaran itu tiruan, dan itu adalah kawasan yang sejuk, ” katanya beberapa waktu lalu.

Basuki mengaku belajar dari pengalaman sebelumnya kala membangun Tol Semarang-Solo. Saat tersebut, banyak bukit terpangkas akibat rencana tol.

Pentingnya Geologi

Basuki bilang, buku soal informasi geologi akan menjadi referensi penting buat menyusun perencanaan proyek infrastruktur. Dia memberi contoh misalnya pembangunan sebesar tol.

“Pembangunan pekerjaan tol Sumatera dari Lampung sampai dengan sekarang sudah tersambung, sampai Dumai, berapa formasi geologi yang harus dijumpai dengan bermacam-macam istimewa tanahnya sehingga memerlukan metodologi teknologi pembangunan yang berbeda-beda. Itu hangat dari Bakauheni sampai ke Dumai, belum lagi nanti kita teruskan sampai ke Banda Aceh, ” ucapnya.

Ia  tetap dengan hadirnya buku ini hendak sangat membantunya di dalam merencanakan pembangunan infrastruktur ke depan.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)