Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sepeda motor berbasis aplikasi atau ojek online boleh beroperasi dalam pembatasan baik berskala besar (PSBB) yang berangkat berlaku Senin (14/9/2020). Kepastian itu disampaikan Anies dalam keterangan pers di Balai Kota, Jakarta, Minggu (13/9/2020).

“Motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan adat kesehatan yang ketat, ” katanya.

Detail dari peraturan terkait kebijakan itu, menurut Anies, akan disusun melalui SK Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Bagaimana secara kendaraan umum? Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bilang instrumen umum tetap beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% sebagaimana yang telah berlaku sekarang.

“Ada pembatasan frekuansi layanan armada. Pikulan darat, kereta dan kapal selalu diatur dengan pembatasan jumlah pengikut per kendaraannya. Detailnya teknis pada Dinas Perhubungan, ” kata Anies.

“Kendaraan pribadi suntuk dua org per baris kursi kecuali serumah. Bila tidak harus maksimal dua orang per alur. Sistem ganjil genap ditiadakan, ” lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)