Jakarta, CNBC Indonesia — Kabar terkait dengan pembatalan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi DKI Jakarta kian kuat. Beredar kabar akan wujud pertemuan pemerintah pusat yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman Luhut  Binsar  Pandjaitan dengan Gubernur DKI  Jakarta Anies  Baswedan  di akhir pekan ini.  

Menurut beberapa sumber, pertemuan tersebut akan membahas teknik penanggulangan penyebaran virus corona yg terus meningkat dan membuat Pemrov DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan PSBB  total pada Rabu (9/9/2020).

Keputusan tersebut sempat mendapat respons keras dari melimpah kalangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punambles 5, 01% merespons kebijakan tersebut.



Menurut Credit Suisse (CS) dalam catatan yang dipublikasi hari ini, Jumat (11/9/2020), menilai koreksi IHSG  kemarin terjadi karena  ketakutan terhadap ketidakpastian semata sekaligus aksi ambil untung setelah periode IHSG yang berhasil naik melawan ekspektasi.

Bank investasi global ini menilai belum adanya kebijakan jelas terkait dengan penerapan kebijakan PSBB  total DKI  Jakarta.

“Sebenarnya pengumuman PSBB Total yang detailnya belum terang, dan kurang disetujui oleh pemerintah pusat beserta para menteri-menterinya. Kemungkinan besar dampak ekonomi dari kebijakan ini tidaklah separah pada kuartal kedua tahun 2020 dimana ketidakpastian sangat tinggi, dan stimulus dari pemerintah belum jelas, ” sebut catatan CS tersebut.  

Sejumlah pelaku suceder dalam negeri pun  masih menilai implementasi PSBB  yang berbeda dari sebelumnya diharapkan bisa menaikkan lagi IHSG  ke depan, mengingat laju indeks sempat naik cukup tajam dalam 3 bulan terakhir, sebelum akhirnya terjungkal Kamis kemarin.

Ketidakjelasan kabar PSBB  Total tersebut membikin IHSG  pada sesi pertama pe rdagangan akhir pekan Jumat ( 10 /9/20) berhasil bangkit setelah  sempat anjlok parah 2, 80%, sesi I ditutup menguat 1, 29% di angka 4. 954, forty two.

Ketidakjelasan terkait penerapan PSBB  DKI  tersebut juga diungkapkan oleh Wali Kota Bogor, Bima  Arya  yang mengikuti rapat koordinasi dengan para kepala daerah di sekitar ibu kota pada Kamis (10/9/2020) pukul 14. 00 WIB.

Rapat itu membahas pelaksanaan dan penerapan PSBB  pada kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Selain Anies, sejumlah kepala kota hadir dalam rapat itu antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Diani.

Terkait hasil rapat, Bima Arya membenarkan kondisi Jakarta saat ini memang darurat. Untuk itu, perlu diselaraskan dengan daerah-daerah di sekitar ibu kota.

“Pemprov DKI Jakarta masih merasa perlu tuk memantapkan lagi rencana tersebut selain itu diperlukan juga koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat, inch kata Bima dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (11/9/2020).

Kabar terakhir dari berbagai sumber menyebutkan, penerapan PSBB  tetap diterapkan pada DKI  Jakarta dengan sejumlah pelonggaran. Tidak seperti pelaksanaan PSBB  tahap pertama.