Jakarta, CNBC Indonesia – Ribuan orang melakukan aksi muncul rasa di jalan-jalan Taiwan mengarah kebijakan pemerintah yang melonggarkan memasukkan daging babi dari Amerika Konsorsium (AS).

Para pendemo menentang agar kebijakan impor sekalor dari AS jangan dilonggarkan karena menyangkut masalah keamanan pangan di  Taiwan.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen telah membuang larangan lama atas impor keturunan babi dan daging sapi AS pada bulan Agustus. Hal ini memungkinkan kedua negara dapat melangsungkan negosiasi perjanjian perdagangan bilateral secara AS.


Keputusan itu mendapat tentangan sengit, baik dibanding pihak oposisi Kuomintang maupun perorangan warga. Kebijakan baru ini, memungkinkan impor daging babi dari AS dengan residu ractopamine , obat yang ditambahkan ke dalam pakan ternak yang memerosokkan pertumbuhan daging tanpa lemak yang digunakan beberapa peternak pada babi. Obat tersebut dilarang oleh Uni Eropa, tetapi legal di GANDAR.

Para demonstran berbaris di depan Gedung Kantor Kepresidenan dalam aksi itu. “Saya datang ke sini hari ini untuk menentang impor ractopamine , ” prawacana Kelvin Chen (54), seorang insinyur komputer dikutip dari Bloomberg.

“Saya merasa akhir-akhir ini banyak dengan berbisnis tidak etis. Jika itu mencampur daging babi AS secara daging babi Taiwan dan kemudian menjualnya kepada kami konsumen pokok, kami sebagai individu tidak memiliki cara untuk mengetahui sumber keturunan babi tersebut, ” katanya.

Hal senada juga dikeluhkan Jacky Tsui (37), seorang praktisi pabrik.

“Saya punya anak dan saat kami santap dengan ractopamine, itu tidak baik buat tubuh kami. Saya berharap negeri dapat melihat bahwa kita masyarakat menentang ini, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)