Jakarta, CNBC Indonesia – Calon presiden dari Golongan Demokrat Joe Biden memberi lektur terbaru. Ia meyakini bahwa dirinya akan memenangkan Pemilu dari calon petahana Donald Trump.

“Kita belum memiliki pernyataan akhir tentang kemenangan, tapi angka-angka tersebut memberitahu bahwa sudah jelas. “Kita akan memenangkan perlombaan ini, ” kata Biden dari Wilmington, Delaware, Jumat (6/11/2020) malam waktu setempat, dikutip dari CNN International.

“Dua persepuluhan empat jam kami tertinggal dalam Georgia, sekarang kami unggul, dan kami akan memenangkan negara bagian itu. Dua puluh empat jam yang lalu kami tertinggal di dalam Pennsylvania, dan kami akan memimpin Pennsylvania. Dan sekarang kami unggul, tetapi kami menang di Arizona, kami menang di Nevada, serta pada kenyataannya keunggulan kami cuma dua kali lipat di Nevada. ”

Mengutip Associated Press (AP) dan Fox News, belum ada pemenang dalam kontestasi ini. Biden masih mencatat 264 suara sementara Trump 214.

CNN International juga menjelajahkan perhitungan sebenarnya masih berlanjut. Media itu menulis secara total bahana elektoral, ia mengantongi 253 suara sedangkan Trump yang berpasangan dengan Mike Pence hanya 214.

Meski begitu, berdasarkan data Decision Result, Biden sudah menang menjadi presiden AS. Lembaga penyedia data itu menulis calon Kelompok Demokrat ini sudah menang dari Trump yang diusung Partai Republik dengan mendapatkan 273 suara namun Trump hanya 214.

Keyakinan Decision Result ini, juga terjadi untuk hasil jejak pendirian warga. Biden unggul dengan 50% suara atau sebanyak 73. 931. 952 pemilih dibanding Trump yang hanya memperoleh 48% suara ataupun 70. 036. 769 suara.

Sementara itu, Donal Trump bahkan memperingatkan Biden untuk tak asal mengklaim kemenangan. Ia mengancam soal proses hukum.

“Joe Biden seharusnya tidak lengah mengklaim jabatan Presiden. Saya selalu bisa membuat klaim itu. Jalan hukum baru saja dimulai! ” kata Trump di Twitternya @realDonaldTrump.



(sef/sef)