Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia memang sudah formal masuk masa resesi ekonomi. Hendak tetapi, ada harapan resesi tersebut bisa segera pergi karena roda ekonomi mulai bergerak meski sedang perlahan.

Kepastian Nusantara masuk jurang resesi terjadi pasar lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh minus alias terkontraksi 3, 49% di dalam kuartal III-2020.

Di dalam kuartal II-2020, Produk Domestik Bruto (PDB) sudah negatif 5. 32%. Kontraksi PDB dua kuartal berendeng adalah definisi dari resesi.


Adalah pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) dengan membuat Indonesia dan banyak negara di dunia terjerumus ke ngarai resesi. Sebab, pandemi virus dengan awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini ditangani dengan kebijakan pembatasan sosial ( social distancing ).

Biar virus tidak semakin menyebar, warga disarankan untuk #dirumahaja. Sebisa mungkin bekerja, belajar, dan beribadah pada rumah. Bukan apa-apa, virus sungguh semakin mudah menular ketika terjadi kerumunan sehingga aktivitas yang bisa menyebabkan peningkatan kontrak dan interaksi antar-manusia sangat dibatasi.

Seiring perjalanan, kebijakan social distancing berangkat dikendurkan. ‘Keran’ aktivitas publik tiba dibuka, meski bertahap dan masih ada pembatasan bernama protokol kesehatan.

Namun setidaknya saat ini tidak separah April-Mei, puncak penerapan social distancing . Aktivitas masyarakat di luar panti semakin meningkat.

Pergeseran adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Era mobilitas masyarakat meningkat, maka tersedia harapan roda ekonomi bergerak.