Jakarta, CNBC Indonesia – Kalangan buruh secara bahana menolak ikut serta dalam lanjutan pembahasan UU Cipta Kerja (Omnibus Law Cipta Kerja) yang sudah disahkan DPR pada Senin (5/10/2020) dalam Sidang Paripurna.

Ke depan, pembahasan UU menyapu jagat ini bakal lebih menyusun regulasi turunan, di antaranya Susunan Pemerintah (PP).

“Buruh menolak omnibus law UU Membentuk Kerja. Dengan demikian tidak kira-kira buruh menerima peraturan turunannya. Apalagi terlibat membahasnya, ” tegas Kepala Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan resmi, Kamis (15/10).


Kelakuan ini sejalan dengan komitmen  rumpun buruh, yang hingga saat tersebut menolak omnibus law UU Membangun Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Jika pemerintah kembali berkepanjangan sendiri kejar tayang dalam menghasilkan aturan turunannya, Iqbal menduga tersedia dugaan serikat buruh hanya dimanfaatkan sebagai stempel atau alat pengesahan saja.

Begitu pun dengan DPR dengan seperti sedang kejar setoran buat menyelesaikan UU Cipta Kerja itu. Kalangan buruh diberi janji dilibatkan dalam pembahasan.

Sayangnya, buruh merasa seperti dikhianati, jadi klaim DPR RI bahwa 80% usulan buruh sudah diadopsi di dalam UU Cipta Kerja adalah tak benar.

“Padahal ana sudah menyerahkan draft sandingan tawaran buruh, tetapi masukan yang ana sampaikan banyak yang tidak terakomodir” ujarnya.

Jika telah demikian, ke depan aksi penolakan omnibus law oleh buruh mau semakin membesar dan bergelombang. Tersedia empat langkah yang akan dilakukan buruh dalam menolak UU Membangun Kerja.

Perdana , akan mempersiapkan aksi tambahan secara terukur terarah dan konstitusional, baik di daerah maupun lagak secara nasional. Ke-2 , mempersiapkan ke Mahkamah Konstitusi untuk uji formil dan tes materiil.

Ketiga , meminta legislatif review ke DPR RI dan eksekutif review ke Pemerintah. Keempat , melakukan sosialisasi atau gerakan tentang isi dan alasan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan oleh buruh.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)