Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai salah satu terobosan terbaik 1 tahun pemerintahan Jokowi-Maruf adalah lolosnya  UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPR. Hariyadi mengakui bahwa kebijakan itu bukan hal dengan mudah, apalagi di tengah adanya pro kontra dari masyarakat, Omnibus Law jadi harapan baru bagi dunia usaha.

“Memang kalau bicara keluhan ya ada, itu klasik. Tapi menggolkan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja kalau bukan Pak Jokowi belum tentu bisa jadi. Tantangannya kan banyak, tapi lestari form, ” kata Hariyadi pada CNBC Indonesia, Selasa (20/10).

UU Cipta Kerja diklaimnya buat memudahkan investasi dan penciptaan lapangan kerja di tengah banyaknya pengangguran. Sisi lainnya, Omnibus Law menggantikan 16 paket kebijakan ekonomi Jokowi yang dinilai kurang memenuhi jalan pada periode pertama lalu. Kini, UU Cipta Kerja diklaim mampu sebagai jawaban.


“Kalau itu nggak diberesin kan susah. Kayak kemarin bikin 16 paket nggak efektif karena emang aturannya tumpang tindih, ” sebut Hariyadi.

“Itu yang apresiasi. Jangka waktu pas setahun beliau dilantik. Ini pekerjaan nggak mudah. Kalau menentang itu biasa, namanya negara demokrasi. Maksudnya memang untuk kemajuan Indonesia, ” lanjutnya.

Mengenai resesi yang sudah hampir pasti berlaku, Hariyadi mengingatkan bahwa itu objek yang sulit dihindari. Ketika seluruh negara mengalami hal serupa, Indonesia pun demikian

“Jangan lupa kondisi gini kita confirm masuk resesi di kuartal ketiga. Negara maju kuartal 1 serta kuartal 2 sudah resesi. Berarti, pengelolaan makro ekonomi cukup ingat-ingat, ” katanya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)