Jakarta, CNBC Indonesia – Diperkirakan 1. 500-an burung jatuh dari langit di daerah Philadelhia, AS. Kejadian tersebut berlangsung di malam keadaan, tepatnya, di tengah kota itu.

Daily News mendaftarkan, adalah Stephen Maciejewski seorang pensiunan berusia 71 tahun dan merupakan salah seorang relawan pemerintah yang pertama memposting kematian banyak burung tersebut.

“Ini keadaan terburuk dalam hidupku. Saya sudah mengumpulkan sekitar 400 unggas dengan mati dan menemukan begitu penuh lainnya. Ini adalah pekan migrasi memang, tapi mengarah ke bahaya yang sempurna, ” katanya di postingan yang memperlihatkan banyak rumor mati dikutip Minggu (11/10/2020).

Kejadiannya pada Jumat Suangi waktu setempat. Macieejewski melihat adanya penurunan suhu yang ekstrem mewujudkan burung berlomba-lomba migrasi dari Kanada, Maine, New York menuju Amerika Tengah dan Selatan.

Foto: Courtessy: Maciejewski (Dilansir dari Fox29)
Bird Died

Burung-burung itu diduga kuat tewas karena secara bersamaan menabrak bangunan tinggi. Awan yang rendah dan hujan menyebabkan burung terbang lebih rendah dari lazimnya sehingga risiko semacam itu meningkat.

Ahli ilmu rumor setempat, Keith Russel, menyebut rumor yang mati terdiri dari berbagai spesies. 

”Hal ini merupakan rumor sangat besar di dunia pelestarian burung. Estimasinya ada 250 juta sampai 1 miliar burung beku setiap tahun karena berbenturan dengan bangunan, ” ujarnya. 


Dia mengatakan, kematian massal dalam skala seperti ini pada kota Philadelphia hanya pernah berlaku pada 72 tahun silam. Ia pun memberi ilustrasi bagaimana perihal semacam itu terjadi. 


“Mereka seperti berada pada jalan tol gelap dan mendadak Anda melihat lampu-lampu. Anda tidak bisa melihat apapun kecuali terang itu. Burung bisa terpapar hujan badai atau kondisi tertentu. Mereka pun berpikir hey kita bisa berhenti di sini, ” papar dia.



[Gambas:Video CNBC]
(dru)