Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, Purwakarta, Jawa Barat berkapasitas 145 Mega Watt AC (MWac) mulai dibangun kemarin, Kamis (17/12/2020). Hal ini ditandai secara dilakukannya Project Kick-Off Ceremony kemarin.

Proyek senilai US$ 129 juta atau kira-kira Rp 1, 82 triliun (asumsi kurs Rp 14. 100 per US$) tersebut ditargetkan setidaknya mampu beroperasi pada November 2022 atau paling cepat sekitar Agustus 2022.


Hal itu diungkapkan Direktur Mega Proyek PLN Muhammad Ikhsan Asaad kepada CNBC Nusantara, Jumat (18/12/2020).

“Rencana COD ( Commercial Operation Date ) November 2022, tapi kemungkinan bisa maju bertambah cepat Agustus 2022, ” ungkapnya kepada CNBC Indonesia.

Bila pembangkit listrik ini berfungsi, maka PLTS Terapung Cirata 145 MWac ini akan menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di negeri.

Proyek ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE), perusahaan konsorsium antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) bekerja sama dengan Masdar, yang merupakan anak perusahaan dari Mubadala Investment Company, perusahaan investasi ijmal Uni Emirat Arab (UEA).

Ikhsan mengatakan proyek itu merupakan bentuk dukungan PLN untuk meningkatkan kontribusi bauran energi mutakhir terbarukan dan sebagai bagian lantaran upaya mencapai target bauran gaya baru terbarukan sebesar 23% dalam 2025. Selain itu, lanjutnya, itu sejalan dengan Program Green Transformation PLN yaitu pengembangan pembangkit-pembangkit EBT berskala besar.

“Dengan dimulainya Kick-Off pengembangan PLTS Terapung Cirata di dalam hari ini, kami berharap kalau pelaksanaan proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan beroperasi secara andal serta efisien, ” tututr Ikhsan dalam pidato sambutannya kemarin di acara ‘ Project Kick Off Ceremony 145 MW Cirata Floating PV Project ‘.

CEO Masdar Mohammad Jameel Al Ramahi menyampaikan bahwa Masdar berdedikasi untuk terus mendukung pengembangan penyelesaian energi terbarukan yang inovatif dalam Asia Tenggara,

“Kami melihat potensi yang luar pelik, mengingat pertumbuhan ekonomi kawasan dengan pesat, ” ungkap Mohammad.

Dirinya menambahkan, Masdar mau terus mendukung transfer dan perpindahan pengetahuan di Indonesia, yang akan menjadi kunci untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Project Kick-Off Ceremony 145 MWac Cirata Floating PV Project merupakan salah satu bagian daripada acara Indonesia – PEA Week 2020 yang merupakan inisiatif & kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi serta didukung oleh Kedutaan Besar PEA di Jakarta.

Nantinya, listrik yang dihasilkan PLTS Terapung Cirata akan masuk ke jaringan transmisi PLN yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Seperti diketahui, kesepakatan perjanjian jual beli listrik ( Power Purchase Agreement / PPA) antara konsorsium PT PJBI serta Masdar dan PT PLN (Persero) yang telah ditandatangani pada 12 Januari 2020 lalu di Duli Dhabi. Adapun harga jual beli listrik yang ditetapkan yaitu sebesar 5, 82 sen dolar mulai kWh.  

[Gambas:Video CNBC]
(wia)