Jakarta, CNBC Indonesia – Inggris mencanangkan perekonomiannya mengalami rebound sebesar 15, 5% pada kuartal III. Dengan demikian, ekonomi Negeri Ratu Elizabeth bangkit dari resesi usai menderita pertumbuhan ekonomi minus di kuartal I dan kuartal II berantakan.

Dikutip dari AFP pada Kamis (12/11/2020), Biro Statistik Nasional Inggris mengumumkan hal ini kepada awak media.

“Produk domestik bruto (PDB) Inggris diperkirakan tumbuh sekaligus mencatatkan rekor 15, 5% pada Juli maka September karena langkah-langkah penguncian dikurangi, ” kata Biro Statistik Nasional Inggris pada sebuah pernyataan.

Meski begitu, secara year-on-year, perekonomian Inggris masih 9, 7% lebih kecil dibanding periode yang sama tahun cerai-berai.

Inggris mengalami kontraksi hebat dalam ekonominya tahun itu karena lockdown yang diberlakukan negeri itu. Dilansir dari Trading Economics, Pada kuartal I, perekonomian Inggris minus 2, 1%. Sedangkan di kuartal II, ekonomi Negeri Permaisuri Elizabeth turun lebih parah sedang ke angka minus 21, 5%

Meski pada masa ini diberlakukan relaksasi dari kecendekiaan lockdown, namun Inggris masih dibayang-bayangi ancaman lockdown ketat fase beserta. Ini karena penyebaran Covid-19 dengan masih jauh dari kata meluncur.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)