Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Provinsi Lampung resmi menjadi saksi pernikahan dunia pendidikan secara dunia usaha dan industri, sebagai aksi nyata untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja terampil. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Pendidikan Vokasi membuka forum 5 menara di Lampung, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua, Kalimantan Timur, dan Bali.

“Adanya lima menara ini memberikan gambaran dengan jalan apa kondisi pendidikan  vokasi kita zaman ini, pada lima tempat sebetulnya kita sudah mendengar apa sekadar yang dibutuhkan dunia usaha & industri dan apa yang dikeluhkan, ” kata Direktur Mitras Dudi Kemendikbud Ahmad Saufi, Jumat (27/11/2020).

Dia menyebutkan kondisi yang perlu dibenahi seperti kurangnya komunikasi dari pihak SMK maupun lembaga vokasi secara dunia industri, dan menjadi order rumah bersama agar komunikasi dapat terjalin. SMK pun sebenarnya semasa ini memiliki tekad kuat untuk belajar menyesuaikan dan bekerja di dunia usaha dan industri, namun belum terbuka pintu kesempatannya pra adanya forum lima menara itu.

“Komunikasi yang mungkin tersendat ingin kami fasilitasi dengan duduk bersama, koneksi terus sehingga apa yang dibutuhkan dunia usaha dan industri disampaikan dengan jelas dan didengar langsung oleh satuan penyelenggara pendidikan vokasi dalam hal ini SMK, ” katanya.

Ketika pihak SMK sudah mendengar kebutuhan industri, mereka memiliki kewenangan memperbaiki kurikulumnya. Apalagi Menteri Pelajaran Nadiem Makariem telah memberikan menganjurkan merdeka belajar, yang memungkinkan mereka meningkatkan kemampuan dengan terjun tepat di industri selama 3 semester.

“Kami berharap vokasi ini bisa semakin kuat, di negara maju, sesuai Jepang dan Korea Selatan, negara itu maju karena vokasinya berpengaruh. Kami sangat yakin bahwa dengan terpadupadannya kebutuhan dunia usaha & industri dan dijawab oleh dasar penyelenggara pendidikan vokasi, kami membenarkan dapat menguatkan Indonensia, ” ujar Ahmad.

Adapun lima sektor yang diutamakan dalam pernikahan di Lampung yaitu, permesinan, konstruksi, hospitality, ekonomi kreatif, dan care service. Selain tersebut, akan dilakukan rebranding pendidikan vokasi melalui pagelaran praktik oleh satuan pendidikan vokasi.

Provinsi Lampung menghadapi tantangan yang kian nyata terutama karena adanya bonus demografi di Nusantara. Sementara BPS mencatat pada Agustus 2020 angkatan kerja Lampung sejumlah 4, 49 juta orang, terbang 127, 7 ribu orang sejak Agustus 2019. Kemudian tingkat pengangguran terbuka dari SMK paling agung diantara tingkat pendidikan lain yakni 9, 21%

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Wartanto mengatakan merdeka belajar merupakan upaya pemerintah agar dunia pendidikan tidak terlalu kaku, serta bisa menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Pasalnya, jika dunia pendidikan kurikulumnya tidak sesuai, maka nantinya kompetensi lulusannya  pun tidak sesuai kebutuhan industri.

“Karena banyak kebutuhan keterampilan, serta sekarang kan tidak ada ujian nasional. Ada merdeka belajar dengan bisa di artikan kurikulum pendidikan menyesuaikan dengan dunia usaha & industri dengan cara komunikasi, pendekatan, kerjasama, sinergi, dan bagaimana mendatangkan industri dalam pendidikan, ” sekapur dia.


Dengan begitu harapannya dunia industri akan menyerap lulusannya kalau mereka ikut terlibat di dalam mendesain kurikulum, mulai prosesnya sampai pelajaran dan ujian. Wartanto menilai jika hal tersebut dilakukan maka kemungkinan tidak terserap oleh industri semakin kecil. Di sisi lain dunia pendidikan juga tidak bisa bebas bergerak, jika tidak mendapatkan bantuan tenaga profesional. Inilah yang membuat reformasi kurikulum diharapkan bisa menjadikan vokasi dapat terus berjalan.

Di dalam kesempatan yang sama Sekjen DPP HIPKI Hereansyah mengatakan pihaknya menelungkupkan diri pada dunia usaha dan  industri untuk bisa merevisi kurikulum yang telah dibuat. Selain itu juga tenaga ahli dari industri juga diperlukan untuk mengajar jadi bisa melengkapi kompetensi siswa.

“Jadi beberapa kurikulum instruktur kami dan beberapa dari dunia industri jadi link and matchnya menyambung kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan sejenis lulusan kami bisa menghasilkan yang diterima di industri, ” sekapur dia.

Senada dengan Hereansyah, DPP Konvensi LKP Zoelkifli Adam mengatakan adanya program ini memberikan wawasan untuk lembaga kursus untuk membangun link and match dengan industri. Selain itu semakin jelas bagaimana membangun sinergi kurikulum, agar kompetensi dengan dimiliki siswa lulusan dapat bertemu dengan kebutuhan.

“Kami melakukan perkembangan  bertemu kebutuhan industri, kalau tidak sungguh ketinggalan. Kita duduk bersama menyusun kurikulum antara kebutuhan industri serta lembaga kita duduk bersama perdana disinergikan, ” ujarnya.

Sementara itu, VP of Operation Panorama Hospitality Management (PHM) Alex Nayoan mengatakan dibanding sisi industri melihat silabus pelajaran vokasi masih kurang sesuai. Padahal seharusnya sudah ada pemetaan & waktu penempatan bagi setiap anak, dan masih belum ada kesatuan pusat data untuk lulusan vokaso.

“Jika ada data base anak ini sudah dimudahkan untuk mendapatkan order dan sekolah ini sudah menaikkan diri ke data base ini, supaya mereka menunggu anak-anak tersebut hasilnya bagus, ” kata Alex.

Forum diskusi lima menara berupaya mencocokan industri dan pendidikan, yang era ini masih 50% masih tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Jalan ini menjadi bentuk nyata kudu ada jemput bola, agar sumber daya manusia di vokasi sanggup diserap kebutuhan dunia usaha & industri.

Presiden Eksekutif Idea Indonesia Group Eko Desriyanto mengatakan harapannya dengan merebranding pelajaran vokasi, maka bisa satu kelas di atas pendidikan formal. Tempat mencontohkan, jika ada satu industri baru muncul pengolahan plastik oleh sebab itu baru muncul kurikulumnya di pelajaran formal D3. Perlu waktu menyesatkan tidak3 tahun lagi baru ada lulusannya, sementara industri tidak mau menunggu 3 tahun baru melaksanakan perekrutan.

“Berbeda dengan LKP yang mampu mendesain sedemikian rupa mencetak tenaga profesional bidang itu dalam 3 bulan saja, ” katanya.

Sekretaris Biro Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Terkatung-katung Tommy Handarta mengakui perlu upaya menyeimbangkan industri dengan pendidikan karena SMK menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Bahkan Lampung menduduki peringkat perut di Pulau Sumatera, dalam level pengangguran terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Metro Ria Andari menegaskan LKP harus memiliki kurikulum yang sama dengan dunia industri agar lulusannya dapat terserap, & bukan hanya menjadi pengangguran.

“Jangan sampai dilatih di satu diantara LKP akan tetapi yang dihasilkan cuma jadi tenaga pengangguran ya tidak match, ” tegas Ria.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)