Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat tenggat akhir November 2020 posisi pinjaman pemerintah berada di angka Rp 5. 910, 64 triliun. Pinjaman tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 1. 096, 34 triliun dipadankan posisi November 2019 yang terekam Rp 4. 814, 3 triliun.

Sedangkan dibandingkan Oktober 2020, posisi utang ini naik Rp 32, 93 triliun dibanding Rp 5. 877, 71 triliun.

Dari buku APBN Kita edisi Desember yang dikutip Rabu (23/12/2020), utang pemerintah itu masih didominasi oleh Surat Bernilai Negara (SBN) sebesar 86% serta pinjaman sebesar 16, 1%.


Secara rinci, utang dari SBN tercatat Rp 5. 085, 04 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp 3. 891, 92 triliun & valas Rp 1. 193, 12 triliun.

Sedangkan pinjaman melalui pinjaman tercatat Rp 825, 59 triliun. Pinjaman ini berisi dari pinjaman dalam negeri Rp 11, 55 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 814, 05 triliun.

Adapun pinjaman dari pinjaman luar negeri itu terdiri dari pinjaman bilateral Rp 311, 31 triliun, pinjaman multilateral Rp 460, 32 triliun dan pinjaman dari commercial banks Rp 42, 42 triliun.

Posisi utang yang naik itu diikuti dengan pelebaran rasio utang menjadi 38, 13% terhadap Buatan Domestik Bruto (PDB) hingga simpulan Oktober lalu.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)